STUDI KEBANTENAN
Resensi
Aspek Pendidikan “Banten Dalam Angka” di Provinsi Banten
Disusun untuk memenuhi tugas mata
kuliah Studi Kebantenan
Dosen Pengampu : Dr. Hj Enggar Utari, M. Si
Disusun Oleh :
Pusfita Mawarni
2224190060
JURUSAN
PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
SULTAN AGENG TIRTAYASA
2020
Judul Buku : Provinsi Banten Dalam
Angka Penyediaan Data Untuk Perencanaan Pembangunan
Pengarang : Badan Pusat Statistik Provinsi Banten
Penerbit : Badan Pusat Statistik Provinsi Banten
Tahun Terbit : 2020
Tebal Halaman : 538 halaman
ISI
Pendidikan adalah suatu proses pembelajaran pengetahuan,
keterampilan, dan kebiasaan sekumpulan manusia yang diwariskan dari satu
genereasi ke generasi selanjutnya melalui pengajaran, pelatihan, dan
penelitian. Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi
juga memungkinkan secara otodidak atau belajar sendiri. Namun umumnya
pendidikan formal dibagi menjadi beberapa tahap tertentu, seperti prasekolah,
sekolah dasar, sekolah menengah dan kemudian perguruan tinggi. Pendidikan di
Banten seharusnya menjadi sorotan pemerintah bukan hanya dari bidang ekonominya
saja, dikarenakan populasi penduduk Banten mencapai 12,9 juta pada 2019 dan terbanyak
kelima di Indonesia yang menunjukkan bahwa sudah seharusnya pemerintah lebih
memperhatikan kualitas pendidikan di Banten.
Dari tahun 2018-2020 peningkatan jumlah sekolah di
Banten semakin meningkat, tercatat jumlah total sekolah di Banten menurut data
dalam Banten Province in Figures
2020 berjumlah 13.737 sekolah dan 119
Perguruan Tinggi (PT). Tentunya ini bisa menjadi penilaian bahwa ternyata di
Banten penyebaran sekolah sudah bisa dikatakan merata karena dari data Banten
Province in Figures 2020 persentase perbedaan dari setiap daerah kabupaten
maupun kota di Banten tidak terlalu jauh berbeda. Selain dilihat dari sudut
pandang pendataan jumlah sekolah, jumlah penduduk yang mendiami kabupaten/ kota
Banten juga dapat menjadi acuan. Menurut berita Kompas Pedia yang dirilis pada
tanggal 8 Juni 2020, 60,2 % dari total penduduk Banten mendiami Kabupaten
Tangerang, Kota Tangerang dan Tangerang Selatan. Jadi sangat masuk akal jika
jumlah sekolah terbanyak ada di ketiga daerah tersebut. Untuk jumlah tenaga
pengajar/guru di wilayah Banten juga selalu mengalami peningkatan dari tahun ke
tahun, tercatat di Banten Province in
Figures 2020 jumlah total tenaga pengajar adalah 158.210.
Pada aspek pendidikan Provinsi Banten dalam angka
2020, dapat dilihat dari jumlah sekolah, guru, dan murid Taman Kanak-kanak
(TK), pada tahun 2018/2019 terdapat jumlah sekolah sebanyak 2.280 dengan jumlah
guru sebanyak 7.716. Pada tahun 2019/2020 mengalami peningkatan sebanyak 2,6 % untuk jumlah sekolah dan 2,9 % untuk
jumlah guru. Jika dilihat dari data Banten Province in Figures dengan jumlah
siswa 98.571 dengan guru 7.939 sudah mencukupi keseluruhan kegiatan
pembelajaran di Taman Kanan-kanak. Pada aspek pendidikan Provinsi Banten dalam
angka 2020, dapat dilihat dari jumlah sekolah, guru, dan murid Raudatul Athfal
(RA), pada tahun 2017/2018 terdapat jumlah sekolah sebanyak 1.393 dengan jumlah
guru sebanyak 5.980. Pada tahun 2018/2019 mengalami peningkatan sebanyak 1,7 %
untuk jumlah sekolah dan 3,6 % untuk jumlah guru. Jika dilihat dari data Banten
Province in Figures dengan jumlah siswa 54.127 dengan guru sebanyak 6.339 seharusnya
sudah dapat mencukupi keseluruhan kegiatan pembelajaran di Raudatul Athfal.
Pada tahun 2019/2020 untuk jumlah sekolah, guru dan
murid Sekolah Dasar (SD). Jumlah sekolah paling banyak terletak di Kabupaten
Tangerang dengan 1.012 sedangkan yang paling sedikit di Kota Cilegon dengan 118 sekolah. Jumlah
guru paling banyak terletak di Kabupaten Tangerang sebanyak 13.487 sedangkan
yang paling sedikit di Kota Serang dengan 2.468 guru. Jumlah murid paling
banyak terletak di Kabupaten Tangerang sebanyak 323.354 sedangkan paling sedikit
di Kota Cilegon 47.326 murid. Pada tahun 2018/2019 untuk jumlah sekolah, guru
dan murid Madrasah Ibtidaiyah (MI). Jumlah sekolah paling
banyak terletak di Kabupaten Lebak dengan 231
sekolah, sedangkan paling sedikit di Kota Cilegon dengan 13 sekolah. Jumlah
guru paling banyak terletak di Kabupaten Lebak dengan 1.743
guru, dan paling sedikit di Kota Cilegon dengan 201
guru. Jumlah murid paling banyak terletak di Kota Tangerang dengan 24.927 murid, dan paling sedikit di Kota
Cilegon dengan 2.739
murid.
Pada
tahun 2019/2020 untuk jumlah sekolah, guru, dan murid Sekolah Menengah Pertama
(SMP). Jumlah sekolah paling banyak terletak di Kabupaten Tangerang dengan 425
sekolah, sedangkan paling sedikit di Kota Cilegon dengan 43 sekolah. Jumlah
guru paling banyak terletak di Kabupaten Tangerang dengan 5.416 guru, dan
paling sedikit di Kota Cilegon dengan 874 guru. Jumlah murid paling banyak
terletak di Kabupaten Tangerang dengan 123.712 murid, dan paling sedikit di
Kota Cilegon dengan 14.399 murid. Pada tahun 2018/2019 untuk jumlah sekolah,
guru, dan murid Madrasah Tsanawiyah (MTs). Jumlah sekolah paling banyak
terletak di Kabupaten Lebak dengan 248
sekolah, sedangkan paling sedikit di Kota Cilegon dengan 41 sekolah. Jumlah
guru paling banyak terletak di Kabupaten Lebak dengan 2.918
guru, dan paling sedikit di Kota Cilegon dengan 910
guru. Jumlah murid paling banyak terletak di Kota Serang dengan 33.210 murid, dan paling sedikit di Kota
Cilegon dengan 8.692
murid.
Pada tahun 2019/2020 untuk jumlah sekolah, guru, dan
murid Sekolah Menengah Atas (SMA). Jumlah sekolah paling banyak terletak di
Kabupaten Tanggerang dengan 169 sekolah, sedangkan paling sedikit di Kota
Cilegon dengan 23 sekolah. Jumlah guru paling banyak terletak di Kabupaten
Tanggerang dengan 2.738 guru, dan paling sedikit di Kota Cilegon dengan 540 guru.
Jumlah murid paling banyak terletak di Kabupaten Tanggerang dengan 54.897
murid, dan paling sedikit di Kota Cilegon dengan 6.777 murid. Pada tahun
2019/2020 untuk jumlah sekolah, guru, dan murid Sekolah Menengah Kejuruan
(SMK). Jumlah sekolah paling banyak terletak di Kabupaten Tanggerang dengan 200
sekolah, sedangkan paling sedikit di Kota Cilegon dengan 25 sekolah. Jumlah
guru paling banyak terletak di Kabupaten Tanggerang dengan 2.857 guru, dan
paling sedikit di Kota Cilegon dengan 630 guru. Jumlah murid paling banyak
terletak di Kabupaten Tanggerang dengan 72.754 murid, dan paling sedikit di
Kota Cilegon dengan 12.316 murid. Pada tahun 2018/2019 untuk jumlah sekolah,
guru, dan murid Madrasah Aliyah (MA). Jumlah sekolah paling banyak terletak di
Kabupaten Pandeglang, Lebak, dan Serang dengan 85 sekolah, sedangkan paling
sedikit di Kota Tanggerang Selatan dengan 19 sekolah. Jumlah guru paling banyak
terletak di Kabupaten Pandelang dengan 1.208 guru, dan paling sedikit di Kota
Tanggerang Selatan dengan 345 guru. Jumlah murid paling banyak terletak di Kota
Serang dengan 14.023 murid, dan paling sedikit di Kota Tanggerang Selatan
dengan 3.406 murid.
Pada
tahun 2019 jumlah Perguruan Tinggi Negeri maupun swasta berjumlah 119 PT dengan
total jumlah mahasiswa sebanyak 1.270.258. Jumlah mahasiswa terbanyak di Kota
Tangerang Selatan dengan 1.051.022 mahasiswa. Jumlah tenaga pengajar Perguruan
Tinggi Negeri maupun Swasta berjumlah 10.277 dengan tenaga pengajar terbanyak
di Kota Tangerang Selatan dengan 2.028.
`Dari
data tersebut didapatkan bahwa untuk penyebaran sekolah di Banten jumlahnya
berbeda, hal ini dikarenakan jumlah populasi penduduk dan luas wilayah tiap
daerah pun berbeda. Untuk memaksimalkan jalannya pendidikan yang baik, bukan
hanya sekolah dan tenaga pengajar yang harus memadai, namun juga dari akses
transportasi dan kesehatan yang menyeluruh agar tidak ada lagi daerah tertinggal
di Banten, dengan tujuan untuk meraih pendidikan yang unggul.
Komentar
Posting Komentar